SMA Negeri 12 Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 20-21 September 2024, dengan tema "Implementasi Disiplin Positif dalam Proses Pembelajaran di Kelas", Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Dra. Hj. Emi Farida, M.Pd, yang akan membagikan pengetahuan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman melalui pendekatan disiplin positif. Kegiatan IHT ini diikuti oleh seluruh guru di SMA Negeri 12 Pekanbaru, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan disiplin yang mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan berkelanjutan di kelas.

Menurut Dra. Hj. Emi Farida, M.Pd, Disiplin Positif yaitu Memampukan peserta didik untuk memahami dan mengontrol setiap perilaku/tindakan yang dilakukan agar senantiasa dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, sebagai bentuk menghormati diri sendiri dan orang lain disekitarnya.
Penerapan Disiplin Positif di sekolah bertujuan untuk memampukan peserta didik dalam memahami dan mengontrol setiap perilaku serta tindakan yang mereka lakukan, sehingga setiap langkah diambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Melalui pendekatan ini, siswa diajarkan untuk menghargai diri sendiri dan orang lain di sekitarnya, menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghormati. Dengan demikian, para peserta didik tidak hanya belajar tentang konsekuensi dari tindakan mereka, tetapi juga mengembangkan sikap empati dan kesadaran sosial yang akan bermanfaat dalam interaksi sehari-hari. Ini adalah langkah penting dalam membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat.
Sebagai pendidik, tujuan kita adalah menciptakan anak-anak yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi intrinsik.
Disiplin merupakan suatu kondisi yang terbentuk dari proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai ketaatan, kepatuhan, dan ketertiban. Dalam konteks pendidikan, penerapan disiplin positif melalui kesepakatan kelas dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan melibatkan siswa dalam penyusunan kesepakatan, mereka tidak hanya merasa memiliki tanggung jawab atas perilaku mereka, tetapi juga belajar untuk saling menghormati dan bekerja sama. Proses ini menanamkan nilai-nilai disiplin yang lebih mendalam, di mana siswa diajak untuk memahami konsekuensi dari tindakan mereka dan pentingnya menjaga ketertiban dalam kelompok. Dengan demikian, disiplin bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan rasa saling menghargai dan tanggung jawab sosial.

